Kakanwil Ditjenpas Sulbar Hadiri Kegiatan Pendampingan Implementasi Pendidikan Berkualitas bagi Anak Binaan LPKA Kelas II Mamuju
Dalam upaya mewujudkan hak pendidikan yang layak bagi anak binaan, Kakanwil Ditjenpas Sulbar dorong penerapan kurikulum pendidikan khusus di LPKA Mamuju.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya nyata dalam mewujudkan hak-hak anak di LPKA untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas, sekaligus mendukung penerapan kurikulum pendidikan khusus yang berorientasi pada kebutuhan dan potensi peserta didik.
Turut Hadir,
1. Bapak Giyono (Kasubdit Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian)
2. Bapak Muhtar (Pj. Bidang Pendidikan Formal)
3. Ibu Widya ( TU Binapi)
4. Bapak Fauzi Eko Pranyono ( Ketua Dewan Asosiasi Tutor Indonesia )
Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi, baik dari unsur LPKA, Dinas Pendidikan, maupun para pendidik dan tenaga kependidikan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program ini.“Pendidikan adalah kunci utama dalam proses pembinaan anak. Melalui pendampingan dan penerapan kurikulum yang tepat, kita harapkan anak binaan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,” ujar Kakanwil. Kegiatan pendampingan ini mencakup sosialisasi kurikulum pendidikan khusus, pelatihan bagi pendidik, serta pembekalan metode pengajaran yang adaptif terhadap karakter dan kebutuhan anak binaan. Selain itu, juga dilakukan diskusi interaktif untuk menyamakan persepsi antarinstansi dalam penerapan kurikulum tersebut.
Kepala LPKA Mamuju yang diwakili oleh Kasi Pembinaan LPKA Mamuju, Muh. Arham, turut menyampaikan bahwa pendampingan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pelaksanaan pendidikan yang inklusif di lingkungan pembinaan.“Kami berkomitmen menjadikan LPKA bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga wadah bagi anak-anak untuk mendapatkan hak pendidikan secara utuh,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran LPKA Mamuju semakin siap dalam mengimplementasikan kurikulum pendidikan khusus secara optimal, sehingga dapat menciptakan lingkungan pembinaan yang ramah anak dan berorientasi pada pemulihan serta pengembangan karakter positif.