Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulbar Hadiri Dialog RRI dan Teken MoU dengan RRI Mamuju

Kolaborasi strategis untuk mengatasi over kapasitas di Lapas dan Rutan melalui edukasi publik dan sinergi lintas sektor

Mamuju – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat menghadiri dialog interaktif Halo Sulbar di Radio Republik Indonesia (RRI) Sulawesi Barat dengan tema “Strategi Penanganan Over Kapasitas di Lapas dan Rutan”. Dialog ini menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan kondisi aktual sekaligus solusi terhadap persoalan kelebihan penghuni di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di wilayah Sulawesi Barat.

Dalam pemaparannya, Kakanwil menjelaskan bahwa sebagian besar Lapas dan Rutan di Sulawesi Barat saat ini masih menghadapi masalah kelebihan penghuni yang cukup signifikan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga berpengaruh pada kualitas pembinaan yang diberikan kepada warga binaan. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis dan berkelanjutan agar fungsi pemasyarakatan dapat berjalan optimal.

Sebagai tindak lanjut konkret dari dialog tersebut, kegiatan dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Barat dengan RRI Mamuju. MoU ini memiliki tujuan memperkuat kerja sama dalam penyebarluasan informasi publik, mengedukasi masyarakat, serta mendukung program pembinaan dan reintegrasi sosial bagi warga binaan pemasyarakatan. Melalui media, pesan mengenai pentingnya pembinaan, reintegrasi sosial, dan dukungan masyarakat diharapkan dapat tersampaikan lebih luas.

Kepala Kanwil menegaskan bahwa mengatasi permasalahan over kapasitas tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik semata. Diperlukan strategi yang komprehensif, di antaranya melalui peningkatan kualitas pembinaan, pengembangan program integrasi dengan masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor bersama instansi pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat luas.

Beliau menambahkan bahwa peran media, termasuk RRI, sangat penting sebagai jembatan informasi dan edukasi publik. Sinergi ini diharapkan mampu membangun pemahaman bersama, mengurangi stigma terhadap warga binaan, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mendukung program pemasyarakatan.

Dengan adanya kerja sama ini, pemasyarakatan di Sulawesi Barat diharapkan dapat semakin memperkuat perannya, bukan hanya sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga sebagai wadah pembinaan dan persiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik.
 

BAGAIMANA REAKSIMU?
Bagikan Berita:
Update Terbaru

WARTA PEMASYARAKATAN

Gerak Cepat: Rutan Majene Laksanakan Fogging sebagai Langkah Preventif Penyakit Menular dan DBD
04 Jun 2026

Gerak Cepat: Rutan Majene Laksanakan Fogging sebagai Langkah Preventif Peny...

Rutan Majene Laksanakan Fogging sebagai Langkah Preventif Penyakit Menular dan DBD

Rutin Jaga Kesehatan Warga Binaan, Rutan Mamuju Bersama Puskesmas Binanga Kembali Gelar Puskesmas Keliling
03 Jun 2026

Rutin Jaga Kesehatan Warga Binaan, Rutan Mamuju Bersama Puskesmas Binanga K...

Melalui kegiatan ini kami dapat memantau kondisi kesehatan warga binaan secara langsung, memberikan edukasi kesehatan, s...

Dukung Ketahanan Pangan, Rutan Majene Panen 18 Kg Tomat Hasil Pembinaan Warga Binaan
03 Jun 2026

Dukung Ketahanan Pangan, Rutan Majene Panen 18 Kg Tomat Hasil Pembinaan War...

Rutan Majene Panen 18 Kg Tomat Hasil Pembinaan Warga Binaan