Optimalisasi Media Leaflet, Rutan Kelas IIB Majene Gelar Penyuluhan Kesehatan Mental terkait Kesenjangan Empati bagi WBP
Rutan Kelas IIB Majene Gelar Penyuluhan Kesehatan Mental terkait Kesenjangan Empati bagi WBP
Rutane, News – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mental bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di blok hunian Rutan Kelas IIB Majene, Senin (2/2). Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan dengan menggunakan media leaflet sebagai sarana penyampaian informasi secara singkat, jelas, dan mudah dipahami oleh WBP.
Penyuluhan ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan empati antar sesama WBP, sehingga mereka diharapkan dapat lebih peka, saling memahami, serta mampu memberikan dukungan satu sama lain dalam menghadapi berbagai tantangan mental selama menjalani masa pembinaan di Rutan Kelas IIB Majene.
Kegiatan dilaksanakan secara langsung dengan mengumpulkan sejumlah WBP di satu titik blok hunian agar materi dapat tersampaikan secara optimal. Adapun materi yang diberikan mengangkat tema “The Empathy Gap (Kesenjangan Empati)” yang meliputi pengertian empati, konsep kesenjangan empati, alasan mengapa kesenjangan empati mudah terjadi, dampak negatif yang ditimbulkan, serta cara-cara untuk mengurangi kesenjangan empati dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepribadian WBP, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan sosial.
“Penyuluhan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis warga binaan. Dengan meningkatkan pemahaman tentang empati, kami berharap tercipta lingkungan rutan yang lebih harmonis, aman, dan saling mendukung antar sesama WBP,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk menghadirkan program-program pembinaan yang berkesinambungan dan relevan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembinaan warga binaan,” tegasnya.
Di sisi lain, Petugas Kesehatan Rutan Majene, Fitri, menuturkan bahwa kesenjangan empati sering kali menjadi pemicu konflik dan tekanan psikologis di lingkungan hunian.
“Melalui penyuluhan ini, kami ingin membantu warga binaan memahami perasaan dan sudut pandang orang lain, sehingga mereka dapat mengelola emosi dengan lebih baik dan mengurangi potensi konflik,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para WBP.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, warga binaan dapat lebih peduli satu sama lain, saling menguatkan, dan mampu menciptakan suasana hunian yang lebih positif dan sehat secara mental,” harapnya.
Sementara itu, salah seorang warga binaan, Wahyudi, mengaku bersyukur atas adanya kegiatan penyuluhan tersebut.
“Saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat karena membuat kami lebih memahami perasaan teman-teman sesama warga binaan. Ini membantu kami untuk lebih sabar, saling menghargai, dan tidak mudah terpancing emosi,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, Rutan Kelas IIB Majene berharap dapat terus mendukung peningkatan kesehatan mental Warga Binaan Pemasyarakatan melalui kegiatan pembinaan yang edukatif, humanis, dan berkelanjutan.
IMPAS PRIMA
(Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel)