Peduli Kesehatan Reproduksi, Perawat LPKA Mamuju dan Peserta Magang Sosialisasikan Penyakit Menular Seksual bagi Anak Binaan
Peduli Kesehatan Reproduksi, Perawat LPKA Mamuju dan Peserta Magang Sosialisasikan Penyakit Menular Seksual bagi Anak Binaan
Mamuju, Humas LPKA - Sebagai bentuk komitmen dalam pemenuhan hak kesehatan bagi anak binaan, Perawat Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Mamuju bersama peserta magang melaksanakan kegiatan sosialisasi kesehatan terkait penyakit menular seksual. Kegiatan ini dilaksanakan di blok hunian anak binaan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
Dalam sosialisasi tersebut, anak binaan diberikan penjelasan secara komprehensif mengenai pengertian penyakit menular seksual, yaitu jenis penyakit yang penularannya terjadi melalui hubungan seksual yang berisiko. Selain itu, perawat LPKA Mamuju juga memaparkan berbagai penyebab penyakit menular seksual, di antaranya perilaku seksual tidak aman, kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.
Tidak hanya membahas pengertian dan sebab, materi sosialisasi juga menekankan pada dampak yang dapat ditimbulkan akibat penyakit menular seksual, baik terhadap kesehatan fisik maupun psikologis. Anak binaan dijelaskan mengenai risiko komplikasi jangka panjang apabila PMS tidak ditangani dengan baik, seperti gangguan kesehatan reproduksi, penurunan kualitas hidup, hingga dampak sosial yang dapat memengaruhi masa depan mereka.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana interaktif dan komunikatif. Anak binaan diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik. Perawat LPKA Mamuju bersama peserta magang juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan PMS, termasuk pentingnya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat serta menghindari perilaku berisiko.
Melalui kegiatan ini, LPKA Mamuju berharap anak binaan memiliki pengetahuan yang cukup tentang kesehatan reproduksi, mampu menjaga diri dari risiko penyakit menular seksual, serta tumbuh menjadi pribadi yang lebih sehat dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan ke depan.