Rutan Kelas IIB Majene Laksanakan Perawatan Tanaman Kangkung dan Kacang Panjang, Wujudkan Pembinaan Kemandirian yang Produktif
Rutan Kelas IIB Majene Laksanakan Perawatan Tanaman Kangkung dan Kacang Panjang
Rutane, News – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene melaksanakan kegiatan Perawatan Tanaman Kangkung dan Kacang Panjang di Branggang Rutan, Senin (23/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan yang berfokus pada pengembangan keterampilan di bidang pertanian sebagai bekal positif setelah kembali ke masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bercocok tanam, menumbuhkan etos kerja, serta membangun rasa tanggung jawab dan disiplin warga binaan. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta magang bersama Warga Binaan yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian bidang pertanian. Adapun kegiatan ini terdiri dari pembersihan lahan, penyiangan gulma, penyiraman tanaman, pemberian pupuk organik, serta pengecekan kondisi pertumbuhan kangkung dan kacang panjang secara berkala.
Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan implementasi pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan produktivitas warga binaan.
“Melalui kegiatan perawatan tanaman ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan nyata yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas nanti. Pembinaan kemandirian seperti ini menjadi sarana pembelajaran tentang tanggung jawab, kerja keras, dan konsistensi," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program pembinaan di Rutan Majene tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga pada peningkatan kemampuan praktis yang bernilai ekonomis.
“Program ini sejalan dengan komitmen kami dalam mewujudkan pembinaan yang humanis dan produktif. Harapannya, warga binaan dapat kembali ke tengah masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat dan mampu mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Di sisi lain, Pembina Kemandirian, Munardi, menuturkan bahwa perawatan tanaman dilakukan secara terjadwal dan melibatkan warga binaan secara aktif dalam setiap tahapannya.
“Kami memberikan pendampingan mulai dari proses penanaman hingga perawatan. Warga binaan dilatih untuk memahami teknik dasar pertanian, termasuk cara merawat tanaman agar tumbuh optimal dan siap panen,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi media pembentukan karakter bagi warga binaan khususnya selama menjalani masa pembinaan.“Selain keterampilan teknis, kegiatan ini melatih kesabaran, ketekunan, dan kerja sama. Mereka belajar bahwa hasil yang baik membutuhkan proses dan perawatan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga binaan, Asmadi, merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.
“Saya merasa senang bisa belajar bertani di sini. Kegiatan ini membuat waktu kami lebih produktif dan memberi harapan untuk bisa memulai usaha kecil setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memperbaiki kehidupan di masa mendatang.
“Saya berharap ilmu yang kami dapatkan di sini bisa menjadi jalan untuk berubah dan membantu keluarga ketika kembali ke rumah,” harapnya.
Melalui kegiatan pembinaan kemandirian ini, Rutan Kelas IIB Majene terus berkomitmen mewujudkan pemasyarakatan yang berdampak positif, selaras dengan nilai IMIPAS PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel) dalam memberikan pelayanan dan pembinaan yang optimal.
IMIPAS PRIMA
(Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel)