Rutan Majene Laksanakan Tes Urine Acak Warga Binaan oleh Mahasiswa PPL STIKMAR
Rutan Majene Laksanakan Tes Urine Acak Warga Binaan
Rutane, News – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene melaksanakan tes urine acak bagi Warga Binaan di Aula Rutan Majene, Selasa (3/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini serta komitmen berkelanjutan dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan rutan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Marendeng (STIKMAR) sebagai bentuk sinergi antara institusi pemasyarakatan dan lembaga pendidikan. Pelaksanaan tes urine tersebut bertujuan untuk mendukung program pembinaan yang sehat dan bersih dari narkoba, sekaligus memberikan pengalaman praktik lapangan kepada mahasiswa dalam bidang pemeriksaan kesehatan.
Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan bahwa tes urine acak ini merupakan langkah preventif guna memastikan lingkungan rutan tetap kondusif dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Pelaksanaan tes urine ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari deteksi dini untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam rutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan secara transparan dan profesional dengan tetap mengedepankan hak-hak Warga Binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai prosedur, akuntabel, serta tetap menghormati martabat Warga Binaan. Sinergi dengan pihak STIKMAR ini menjadi langkah positif dalam mendukung program pembinaan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Di sisi lain, Dosen STIKMAR, Ns. Khairunnisa Sudur, menuturkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya tes urine, sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Selain itu, mahasiswa juga belajar tentang pentingnya aspek promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerja sama antara STIKMAR dan Rutan Majene diharapkan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan kesehatan lainnya.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat berlanjut, tidak hanya pada pemeriksaan tes urine, tetapi juga dalam kegiatan edukasi kesehatan, penyuluhan, serta program pembinaan kesehatan bagi Warga Binaan,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan, Syaifudin, berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan demi menciptakan lingkungan rutan yang lebih baik.
“Kami mendukung kegiatan seperti ini karena membuat suasana di dalam rutan terasa lebih aman dan tertib. Semoga ke depan pembinaan yang diberikan semakin baik dan bermanfaat bagi kami,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Majene menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan tertib, sejalan dengan nilai-nilai IMIPAS PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel) dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
IMIPAS PRIMA
(Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel)