Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, LPKA Mamuju Gelar Pelatihan Hidroponik Bersama SMKN Sulbar
Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, LPKA Mamuju Gelar Pelatihan Keterampilan Teknik Hidroponik Bersama SMKN Sulbar
Mamuju, Humas LPKA - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan berkelanjutan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Mamuju menggelar pelatihan keterampilan teknik hidroponik yang bekerja sama dengan SMKN Sulawesi Barat dengan melibatkan anak binaan dan peserta magang LPKA Mamuju. Kegiatan ini bertujuan membekali anak binaan dengan keterampilan pertanian modern yang aplikatif dan bernilai produktif. Senin, (15/12/25).
Kegiatan pelatihan dibuka secara langsung oleh Kepala LPKA Kelas II Mamuju, Bambang Suryanto. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pelatihan hidroponik merupakan bagian dari komitmen LPKA Mamuju dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mampu mendorong kemandirian dan kesiapan anak binaan setelah kembali ke masyarakat. Selain itu, hidroponik dinilai sebagai solusi pertanian yang efisien, ramah lingkungan, dan relevan dalam mendukung ketahanan pangan.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi teknik hidroponik yang disampaikan oleh dua orang guru dari SMKN Sulawesi Barat. Materi yang diberikan meliputi pengenalan sistem hidroponik, jenis tanaman yang cocok, teknik penyemaian, perawatan tanaman, hingga pengelolaan nutrisi agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Sebagai bentuk penguatan pemahaman, pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung penanaman hidroponik. Anak binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari persiapan media tanam, pemasangan instalasi sederhana, hingga proses penanaman bibit. Melalui praktik ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri.
Melalui kegiatan pelatihan hidroponik ini, LPKA Mamuju berharap anak binaan dapat memiliki keterampilan produktif yang bermanfaat, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan baik di lingkungan LPKA maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.