Wujudkan Pembinaan Berkualitas Tingkatkan Mutu Pendidikan
Kasubdit Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian Ditjenpas bersama Ketua Dewan Asosiasi Tutor Indonesia Lakukan Pendampingan Pendidikan Khusus Bagi Anak Binaan di LPKA Mamuju
Kunjungan di LPKA Mamuju ini disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat, Ramdani Boy yang turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pendampingan tersebut. Kehadiran jajaran Ditjenpas bersama Dewan Asosiasi Tutor Indonesia diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu dan adaptif bagi anak binaan.
Kegiatan pendampingan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pendidikan di LPKA Mamuju, meliputi Kepala Dinas Pendidikan Kab. Mamuju atau yang diwakili, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Mamuju Tengah atau yang diwakili, Kemenag Mamuju, Poltekkes Mamuju, MA DDI Lombang-Lombang Kalukku, MTS DDI Lombang-Lombang Kalukku, SMKN Sulbar, Macanga Institute, PKBM PAP, PKBM Berkah dan RTQ Abqariyyin Kalukku.
Pertemuan pendampingan tersebut difokuskan pada penyempurnaan Kurikulum Pendidikan Khusus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), modul ajar, serta perangkat pembelajaran lainnya agar selaras dengan standar pendidikan nasional dan menyesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik anak binaan di LPKA. Selain itu, dilakukan pula evaluasi dan diskusi interaktif antara jajaran Ditjenpas, Dewan Asosiasi Tutor Indonesia, serta tenaga pendidik guna memperkuat sinergi dan memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan efektif dan adaptif.
Kegiatan ini disambut langsung oleh KaKanwil Ditjenpas Sulbar, Ramdani Boy. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan dan kedisiplinan, tetapi juga berlandaskan pada nilai-nilai Pendidikan, Kemanusiaan dan Pemberdayaan.
Sementara itu, Kasubdit Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian Ditjenpas, Giyono menegaskan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama dalam proses pembinaan anak. Melalui pendidikan yang bermakna, anak binaan diharapkan mampu memperbaiki perilaku, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memiliki bekal keterampilan dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.
“Pendidikan di LPKA bukan hanya sekadar kegiatan belajar, melainkan proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi diri anak binaan agar mampu berdaya di masa depan,” ungkap Giyono.
Sementara itu, Plh.Kepala LPKA Kelas II Mamuju, Yusran menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pendampingan yang dilakukan oleh jajaran Ditjenpas. Menurutnya, kegiatan ini memberikan semangat baru bagi seluruh jajaran LPKA dalam memperkuat pelaksanaan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak binaan.
“Pendampingan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan program pendidikan di LPKA Mamuju berjalan optimal. Dukungan dari Ditjenpas tentu menjadi penguat dalam mewujudkan pendidikan yang bermakna bagi anak binaan,” Yusran.
Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan sinergi antara Ditjenpas, pihak sekolah penyelenggara, serta jajaran LPKA Mamuju dapat terus terjalin dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter positif anak binaan.
@Kemenimipas @ditjenpas @ditjenpassulbar #imigrasidanpemasyarakatan #ditjenpas #AgusAndrianto #ditjenpassulbar #RamdaniBoy #BambangSuryanto #lpkamamuju