Bekali Warga Binaan Bahasa Asing, Rutan Majene Hadirkan Metode Belajar Lewat Media Visual
Rutan Majene Hadirkan Metode Belajar Lewat Media Visual
Rutane, News – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene memberikan kelas Bahasa Inggris bagi warga binaan yang dilaksanakan di Aula Rutan Kelas IIB Majene, Senin (9/2). Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran guna memperkaya kemampuan bahasa asing warga binaan melalui metode yang interaktif dan menyenangkan.
Kelas Bahasa Inggris tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang dipandu oleh peserta Magang Nasional Rutan Majene dan diikuti oleh sebanyak 15 orang warga binaan. Adapun rangkaian kegiatan tersebut peserta magang memberikan materi terkait ungkapan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari melalui media visual dalam bentuk video yang menampilkan potongan film.
Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan tambahan bagi warga binaan agar mereka tetap produktif dan memiliki daya saing setelah bebas nanti. "Bahasa Inggris adalah jendela dunia. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga pulang dengan membawa ilmu baru yang bermanfaat bagi masa depan mereka," jelasnya.
Lebih lanjut, Christy mengungkapkan bahwa pemilihan metode pembelajaran yang interaktif sengaja dilakukan agar para peserta tidak merasa jenuh. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkesinambungan dan mencakup lebih banyak peserta di masa mendatang sebagai bagian dari pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan.
Salah seorang peserta magang, Familya, menuturkan bahwa antusiasme warga binaan dalam mengikuti kelas ini sangat luar biasa di luar ekspektasi tim pengajar. "Mereka sangat fokus saat menyimak materi. Penggunaan potongan film terbukti efektif menarik perhatian mereka karena materi menjadi lebih mudah dicerna dan tidak membosankan," tutur Familya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tantangan utama adalah menyesuaikan tingkat pemahaman yang berbeda-beda, namun dengan pendekatan visual, setiap peserta mampu menangkap inti dari percakapan sehari-hari yang diajarkan. "Kami berharap apa yang kami bagikan hari ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar," tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga binaan, Mufli mengaku sangat senang dengan adanya kelas ini karena bisa mengisi waktu luang dengan kegiatan positif. "Awalnya saya kira belajar bahasa Inggris itu susah, tapi dengan menonton video tadi jadi lebih asyik. Saya jadi tahu ungkapan-ungkapan sederhana yang bisa saya praktikan langsung," pungkasnya.
IMPAS PRIMA
(Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel)