Belajar Mengaji, Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar
Pembelajaran iqro dan tajwid jadi ruang refleksi dan awal perubahan diri warga binaan
Pasangkayu, 4 Mei 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pasangkayu terus menghadirkan pembinaan yang menyentuh sisi kemanusiaan warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan pembelajaran Iqro dan ilmu tajwid yang dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan sekaligus membangun kesadaran diri warga binaan agar mampu menjalani kehidupan dengan arah yang lebih baik.
Kegiatan ini rutin dilaksanakan di dalam lingkungan rutan dengan suasana yang sederhana namun penuh makna. Warga binaan duduk berkelompok, memegang buku Iqro, dan mengikuti arahan pengajar dengan penuh perhatian. Para pengajar dari Kementerian Agama membimbing dengan sabar, mengajarkan mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga cara membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar. Meski dilakukan di balik jeruji, suasana belajar terasa hangat, bahkan sesekali diiringi senyum dan canda ringan yang mencairkan suasana.
Program ini diikuti oleh berbagai kalangan warga binaan, baik yang sudah memiliki dasar membaca Al-Qur’an maupun yang benar-benar memulai dari nol. Bagi mereka yang baru belajar, setiap huruf yang berhasil dibaca dengan benar menjadi pencapaian yang membanggakan. Ada rasa haru yang terlihat dari raut wajah mereka saat mampu melafalkan ayat dengan lancar. Hal-hal sederhana ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil.
Lebih dari sekadar kegiatan belajar, pembelajaran Iqro dan tajwid ini menjadi ruang refleksi bagi warga binaan. Banyak di antara mereka yang mulai merasakan ketenangan batin setelah mengikuti kegiatan ini. Waktu yang sebelumnya terasa panjang kini terisi dengan aktivitas yang bermanfaat. Mereka menjadi lebih sabar, lebih tenang, dan mulai menumbuhkan harapan baru dalam diri. Interaksi yang terjalin antara pengajar dan warga binaan juga memperlihatkan hubungan yang hangat, penuh empati, dan saling menghargai.
Manfaat nyata dari kegiatan ini juga dirasakan dalam keseharian warga binaan. Mereka menjadi lebih disiplin dalam beribadah, lebih menghargai waktu, serta lebih mampu mengendalikan emosi. Tidak sedikit yang mengaku bahwa pembelajaran ini membantu mereka memahami makna hidup dengan lebih dalam. Bagi sebagian warga binaan, kegiatan ini menjadi titik balik untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.
Rutan Pasangkayu melalui program ini menunjukkan bahwa pembinaan bukan hanya soal aturan dan pengawasan, tetapi juga tentang memberikan kesempatan kedua bagi setiap individu. Dengan dukungan dari Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga binaan. Harapannya, ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, mereka tidak hanya membawa pengalaman hidup, tetapi juga nilai-nilai kebaikan yang dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.