Berikan Pembinaan Mental dan Spiritual bagi Warga Binaan, Rutan Majene Gelar Solat Duha bersama

Rutan Majene Gelar Solat Duha bersama

Rutane, News – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene menggelar salat Duha bersama di Masjid Raudhatul Ikhsan, Kamis (5/2). Kegiatan keagamaan ini diikuti oleh jajaran petugas serta warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan di Rutan Majene.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Rutan Kelas IIB Majene dalam memberikan pembinaan mental dan spiritual kepada warga binaan, guna membentuk pribadi yang beriman, bertakwa, serta memiliki akhlak yang baik selama menjalani masa pidana. Selain itu, kegiatan ibadah bersama juga menjadi sarana untuk menciptakan suasana yang religius, aman, dan kondusif di lingkungan rutan.

Kegiatan salat Duha bersama tersebut bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta membangun ketenangan batin agar warga binaan mampu menjalani proses pembinaan dengan sikap yang lebih positif dan penuh kesabaran. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai religius dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari warga binaan, baik selama berada di dalam rutan maupun setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Rutan Majene, Christ Jozef Thenu, dalam keterangannya menjelaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kedisiplinan dan keamanan, tetapi juga dari perubahan sikap dan mental warga binaan.

“Kegiatan salat Duha bersama ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang terus kami dorong. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan pembinaan rohani agar mampu memperbaiki diri dan memiliki bekal moral yang kuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Christ Jozef Thenu menegaskan bahwa Rutan Majene berkomitmen untuk memberikan pembinaan yang menyeluruh dan berkesinambungan kepada seluruh warga binaan.

“Pembinaan yang kami lakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, hingga pembinaan mental dan spiritual. Harapannya, ketika warga binaan selesai menjalani masa pidana, mereka dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, sadar hukum, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif petugas dalam kegiatan keagamaan bersama warga binaan menjadi simbol kebersamaan dan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

 

"Petugas juga terlibat dalam kegiatan ini, jadi selain meningkatkan nilai-nilai spiritualital, rasa kebersamaan juga bisa terbangun," tambahnya.

Di sisi lain, Pembina Kepribadian Rutan Kelas IIB Majene, Basri Bakri, menuturkan bahwa kegiatan salat Duha bersama ini memiliki nilai edukatif dan pembinaan yang sangat penting bagi warga binaan. Menurutnya, ibadah sunnah seperti salat Duha dapat melatih kedisiplinan, keikhlasan, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kebutuhan rohani. Salat Duha menjadi sarana untuk melatih keistiqamahan dan menumbuhkan rasa syukur atas setiap nikmat yang diberikan Tuhan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Basri Bakri menjelaskan bahwa pembinaan keagamaan di Rutan Majene akan terus dilaksanakan secara konsisten dan terprogram. Kegiatan tersebut meliputi salat berjamaah, pengajian rutin, ceramah keagamaan, serta pembelajaran nilai-nilai akhlak dan moral.

"Program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari kami, rangkaian kegiatannga juga beragam, seperti salawat bersama dan sebagainya," jelasnya.

Ia berharap, melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, warga binaan dapat mengalami perubahan sikap dan pola pikir ke arah yang lebih baik, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan dengan optimal.

"Kami harap kegiatan-kegiatan seperti ini bisa memberikan nilai-nilai positif bagi warga binaan sehingga mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik," harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga binaan, Ucok, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan salat Duha bersama di dalam rutan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi kondisi mental dan spiritual dirinya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini membantunya untuk lebih tenang, introspektif, dan termotivasi untuk memperbaiki diri.

“Saya merasa lebih tenang dan damai setelah mengikuti salat Duha bersama. Kegiatan ini membuat saya lebih sadar untuk memperbaiki diri dan menjalani masa pembinaan dengan lebih sabar dan ikhlas,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan salat Duha bersama ini, Rutan Kelas IIB Majene berharap pembinaan keagamaan dapat terus menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter warga binaan yang beriman, berakhlak mulia, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.

 

IMPAS PRIMA

(Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel)

BAGAIMANA REAKSIMU?
Bagikan Berita:
Update Terbaru

WARTA PEMASYARAKATAN

Gerak Cepat: Rutan Majene Laksanakan Fogging sebagai Langkah Preventif Penyakit Menular dan DBD
04 Jun 2026

Gerak Cepat: Rutan Majene Laksanakan Fogging sebagai Langkah Preventif Peny...

Rutan Majene Laksanakan Fogging sebagai Langkah Preventif Penyakit Menular dan DBD

Rutin Jaga Kesehatan Warga Binaan, Rutan Mamuju Bersama Puskesmas Binanga Kembali Gelar Puskesmas Keliling
03 Jun 2026

Rutin Jaga Kesehatan Warga Binaan, Rutan Mamuju Bersama Puskesmas Binanga K...

Melalui kegiatan ini kami dapat memantau kondisi kesehatan warga binaan secara langsung, memberikan edukasi kesehatan, s...

Dukung Ketahanan Pangan, Rutan Majene Panen 18 Kg Tomat Hasil Pembinaan Warga Binaan
03 Jun 2026

Dukung Ketahanan Pangan, Rutan Majene Panen 18 Kg Tomat Hasil Pembinaan War...

Rutan Majene Panen 18 Kg Tomat Hasil Pembinaan Warga Binaan