Lapas Polewali Salurkan Premi dan THR Bagi Tamping
Lapas Polewali Berikan Reward THR kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (Tamping) Upaya Bangun Semangat Pembinaan
Polewali Mandar – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali menyalurkan premi dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang bertugas sebagai Tamping Kegiatan Kerja (Giatja), Jumat (13/03). Pemberian ini merupakan bentuk apresiasi konkret atas dedikasi warga binaan dalam mendukung program pembinaan kemandirian di lingkungan Lapas.
Penyerahan insentif tersebut dipimpin oleh jajaran seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) serta Subseksi Kegiatan Kerja. Premi yang diberikan merupakan hak atas partisipasi aktif warga binaan dalam berbagai unit produksi dan layanan, yang bertujuan untuk memupuk rasa tanggung jawab serta disiplin selama menjalani masa pidana.
Kalapas Polewali, Sudarno, menegaskan bahwa pemberian premi dan THR ini adalah bagian dari transformasi pembinaan kemandirian. Menurutnya, Lapas saat ini telah berfungsi sebagai inkubator keterampilan yang produktif.
“Kami melihat perkembangan positif di mana warga binaan mulai terampil di berbagai bidang, mulai dari pertukangan hingga kerajinan tangan. Pemberian premi ini diharapkan menjadi pelecut motivasi agar mereka terus berbenah diri dan siap menjadi pribadi yang mandiri saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Sudarno.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat, Ramdani Boy, menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil oleh jajaran Lapas Polewali. Beliau menilai bahwa pemberian hak dan apresiasi kepada warga binaan yang produktif sangat penting dalam menjaga iklim pembinaan yang kondusif.
“Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan dapat memberi dampak terhadap peningkatan kinerja di jajaran Kanwil Ditjenpas Sulbar, sekaligus membuktikan bahwa sistem pemasyarakatan kita benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat binaan,” pungkas Kakanwil Ramdani Boy.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini menjadi bukti sinergi yang baik antara petugas dan warga binaan. Hal ini sejalan dengan slogan pemasyarakatan, bahwa institusi pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pada pencetakan manusia baru yang memiliki keterampilan dan harapan masa depan yang cerah.