Penelitian Hubungan Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Warga Binaan Rutan Majene oleh Mahasiswa Gizi Universitas Sulawesi Barat.

Penelitian Hubungan Tingkat Stres dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Warga Binaan Rutan Majene

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rutan Majene ini diikuti oleh 20 orang WBP dengan antusias tinggi. Penelitian ini dipimpin langsung oleh Mahasiswa Gizi Universitas Sulawesi Barat, Sinar.

Kepala Rutan Majene, Christy J. Thenu, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang berfokus pada aspek psikologis dan emosional WBP agar tetap seimbang selama menjalani masa pidana.

“Kesehatan mental memiliki peran penting dalam proses pembinaan. Melalui penelitian tingkat stres dan aktivitas fisik dengan status gizi, kami ingin membantu para WBP untuk mengenali diri mereka, mengelola emosi, dan membangun pola pikir positif agar lebih siap kembali ke masyarakat,” ujar Christy.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan food recall 24 jam. Data yang didapat berupa menu makan yang dikonsumsi warga binaan selama beberapa hari kebelakang. Status gizi warga binaan dinilai dengan cara penimbangan berat badan sebanyak 3 kali menggunakan timbangan injak yang sudah dikalibrasi dan mengukur tinggi badan sebanyak 3 kali dengan microtoise yang dikalibrasi  untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Menurut Sinar, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai penelitian, tetapi juga sebagai wadah edukasi agar WBP memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental dengan nutrisi yang dikonsumsi warga binaan.

“Beberapa WBP ada yang mengalami tekanan psikologis selama menjalani masa hukuman. Dengan pendekatan seperti ini, mereka bisa lebih tenang, berpikir jernih, dan memiliki semangat baru dalam menjalani proses pembinaan,” jelasnya.

Salah satu Warga Binaan peserta kegiatan, Medio, menyampaikan melalui penelitian ini memberikan pengetahuan baru mengenai nutrisi yang baiknya dikonsumsi agar tingkat emosi dan aktivitas fisik tetap terjaga

“Setelah ikut kegiatan ini, saya merasa lebih rileks dan bisa berpikir lebih jernih. Kami jadi tahu cara mengontrol emosi dan nutrisi yang masuk ke tubuh.” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari seluruh peserta dan diharapkan dapat dilakukan secara rutin sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian di Rutan Majene. Dengan adanya penelitian ini, Rutan Majene berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, sehat, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif bagi para WBP.

IMIPAS PRIMA

"Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel"

 

BAGAIMANA REAKSIMU?
Bagikan Berita:
Update Terbaru

WARTA PEMASYARAKATAN

Gerak Cepat: Rutan Majene Laksanakan Fogging sebagai Langkah Preventif Penyakit Menular dan DBD
04 Jun 2026

Gerak Cepat: Rutan Majene Laksanakan Fogging sebagai Langkah Preventif Peny...

Rutan Majene Laksanakan Fogging sebagai Langkah Preventif Penyakit Menular dan DBD

Rutin Jaga Kesehatan Warga Binaan, Rutan Mamuju Bersama Puskesmas Binanga Kembali Gelar Puskesmas Keliling
03 Jun 2026

Rutin Jaga Kesehatan Warga Binaan, Rutan Mamuju Bersama Puskesmas Binanga K...

Melalui kegiatan ini kami dapat memantau kondisi kesehatan warga binaan secara langsung, memberikan edukasi kesehatan, s...

Dukung Ketahanan Pangan, Rutan Majene Panen 18 Kg Tomat Hasil Pembinaan Warga Binaan
03 Jun 2026

Dukung Ketahanan Pangan, Rutan Majene Panen 18 Kg Tomat Hasil Pembinaan War...

Rutan Majene Panen 18 Kg Tomat Hasil Pembinaan Warga Binaan