Tausiah yang Menyentuh Hati di Rutan Pasangkayu
Pendampingan spiritual bersama Kemenag Pasangkayu hadirkan ketenangan dan harapan baru bagi warga binaan
Pasangkayu, 25 November 2025. suasana Rutan Kelas IIB Pasangkayu terasa lebih tenang dan hangat dari biasanya. Di aula rutan, puluhan warga binaan mengikuti kegiatan tausiah yang digelar bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi warga binaan untuk menata kembali hati dan pikiran di tengah proses pembinaan yang mereka jalani.
Kegiatan tausiah ini digelar sebagai upaya memberikan pendampingan spiritual yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui materi yang disampaikan secara sederhana, warga binaan diajak merenungkan kembali nilai kesabaran, tanggung jawab, serta harapan untuk perubahan diri. Beberapa warga tampak menunduk khusyuk, sementara yang lain terlihat mengangguk pelan, seolah menemukan kembali ketenangan yang sudah lama mereka rindukan. Manfaat kegiatan ini terasa nyata. Banyak warga binaan mengakui bahwa tausiah seperti ini membantu mereka mengelola emosi, menguatkan diri, dan memperbaiki hubungan sesama penghuni blok. Interaksi hangat antara pembimbing agama dan warga binaan juga memperlihatkan bahwa proses pembinaan bukan sekadar aturan, tetapi perjalanan manusiawi yang memberi kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.
Selama sesi berlangsung, suasana penuh rasa saling menghargai. Warga binaan bebas bertanya, bercerita, bahkan berbagi pengalaman pribadi. Momen-momen kecil seperti senyum lega, tawa ringan, dan dorongan moral antarsesama menghadirkan nuansa kebersamaan yang jarang terlihat dalam keseharian mereka. Bagi sebagian warga binaan, ini bukan hanya kegiatan rutin—melainkan kesempatan untuk merasa didengarkan. Dengan terlaksananya kegiatan tausiah ini, Rutan Pasangkayu kembali menunjukkan komitmen menghadirkan pembinaan yang menyentuh hati. Harapannya, pendampingan spiritual seperti ini dapat terus menjadi ruang aman bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan menemukan kembali arah hidup. Sebab bagi mereka, setiap pesan kebaikan adalah langkah kecil menuju perubahan besar.