Tingkatkan Kemandirian, Warga Binaan Rutan Majene Sulap Bambu dan Lidi Jadi Produk Bernilai Jual
Warga Binaan Rutan Majene Sulap Bambu dan Lidi Jadi Produk Bernilai Jual
Rutane, News – Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene membuat produk kerajinan anyaman bambu dan lidi, Kamis (5/2). Kegiatan ini diikuti oleh warga binaan dan diawasi langsung oleh pegawai sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang rutin dilaksanakan di Rutan Majene.
Program ini dilakukan melalui pendampingan instruktur baik dari luar maupun langsung dari petugas Rutan, serta kolaborasi dengan dinas terkait dan pelaku UMKM setempat. Selain menambah keahlian, kegiatan produktif ini juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh penghasilan dari setiap produk yang terjual. Berbagai karya yang dihasilkan meliputi anyaman piring lidi , keranjang tempat air kemasan, lampion, tudung saji, dan sapu lidi hingga produk yang terbuat dari barang bekas yang memiliki nilai jual.
Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen pihak rutan dalam memberikan bekal keterampilan yang konkret bagi warga binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan yang keluar dari sini tidak hanya membawa surat bebas, tetapi juga membawa keahlian dan keterampilan yang bisa mereka gunakan untuk menopang ekonomi keluarga mereka setelah bebas nantinya,” jelas Christy.
Lebih lanjut, Christ Jozef Thenu menegaskan bahwa hasil karya warga binaan ini akan dipasarkan secara luas melalui galeri rutan dan platform daring. “Produk ini memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar UMKM. Dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah sangat penting sebagai bentuk apresiasi terhadap proses perubahan perilaku warga binaan menjadi lebih produktif,” tegasnya.
Di sisi lain, Pembina Kemandirian Rutan Kelas IIB Majene, Munardi Sakti, menuturkan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan pendampingan intensif untuk menjaga standar kualitas. “Kegiatan menganyam ini bukan sekadar mengisi waktu, tapi melatih ketelitian, kesabaran, dan kreativitas. Kami memanfaatkan potensi lokal seperti bambu dan lidi yang melimpah di Majene agar biaya produksi efisien namun hasil tetap bernilai tinggi,” tutur Munardi.
Ia berharap, melalui pembinaan kemandirian ini warga binaan dapat mengubah stigma negatif masyarakat terhadap mantan narapidana. Dengan kemandirian ekonomi, mereka diharapkan memiliki rasa percaya diri yang baru dan tidak lagi terjerumus pada tindak pidana karena sudah memiliki kemandirian finansial.
Sementara itu, salah seorang warga binaan, Rusdi, mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan kesempatan untuk tetap produktif di dalam jeruji besi. “Saya merasa sangat terbantu karena diajarkan keterampilan yang sebelumnya tidak saya kuasai. Hasil dari penjualan piring lidi ini juga sangat membantu saya selama di dalam rutan,” ungkap Rusdi.
IMPAS PRIMA
(Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel)