Warga Binaan Lapas Perempuan Mamuju Asah Kreativitas Melalui Pembuatan Bunga dari Kawat Bulu
Bunga Hias dari Kawat Bulu Menjadi Wadah Ekspresi Kreativitas dan Peningkatan Kompetensi Warga Binaan
Mamuju, 10 Juni 2026 – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Mamuju terus berkomitmen memberikan pembinaan keterampilan bagi warga binaan melalui berbagai kegiatan positif dan produktif. Salah satu kegiatan yang saat ini dilaksanakan adalah pelatihan pembuatan bunga hias dari kawat bulu, yang diikuti oleh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan diajarkan cara membentuk, merangkai, dan mengombinasikan berbagai warna kawat bulu menjadi bunga-bunga hias yang menarik dan bernilai estetika. Dengan penuh ketelitian dan kreativitas, para peserta menghasilkan beragam bentuk bunga yang dapat dimanfaatkan sebagai hiasan maupun produk kerajinan tangan yang memiliki nilai jual.
Proses pembuatan bunga dari kawat bulu tidak hanya melatih keterampilan tangan, tetapi juga mengasah kesabaran, ketekunan, dan kemampuan berkreasi. Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, di mana warga binaan saling berbagi ide dan pengalaman dalam menciptakan karya yang unik dan menarik. Hasil karya yang dihasilkan menunjukkan potensi serta bakat yang dimiliki warga binaan dalam bidang kerajinan tangan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Mamuju, Reva Shilvia Devi, A.Md.IP., S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas warga binaan sebagai bekal yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan berkarya, kegiatan ini juga menjadi sarana positif untuk mengisi waktu pembinaan dengan aktivitas yang produktif dan edukatif.
"Kami berharap setiap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah menjalani masa pembinaan. Melalui kegiatan seperti ini, warga binaan tidak hanya belajar membuat kerajinan, tetapi juga belajar tentang kreativitas, ketekunan, dan semangat untuk terus berkembang," ujar Kalapas.
Hasil karya bunga dari kawat bulu yang dibuat oleh warga binaan tampak beragam dan menarik, dengan kombinasi warna yang cerah. Karya-karya tersebut menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan ketelitian warga binaan dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk bernilai estetika. Selain menjadi sarana pembelajaran, hasil kerajinan ini juga berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan pembinaan kemandirian yang dapat dipamerkan maupun dipasarkan sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan warga binaan di Lapas Perempuan Kelas III Mamuju.
Melalui pelatihan pembuatan bunga dari kawat bulu ini, diharapkan warga binaan dapat terus mengembangkan potensi diri, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memiliki keterampilan yang dapat menjadi peluang usaha di masa depan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Perempuan Mamuju dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, kreatif, dan berorientasi pada pemberdayaan warga binaan.