Wujudkan Layanan Humanis, Rutan Majene Penuhi Hak Komunikasi Warga Binaan Melalui Wartelsuspas
Rutan Majene Penuhi Hak Warga Binaan Melalui Layanan Wartelsuspas
Majene – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Barat terus berkomitmen memastikan terpenuhinya hak-hak dasar warga binaan di seluruh satuan kerja secara aman dan akuntabel. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pengawasan dan dorongan optimalisasi layanan Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas) resmi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene, Senin (15/06).
Layanan Wartelsuspas ini menjadi sarana komunikasi legal bagi warga binaan untuk berhubungan dengan keluarga atau kerabat melalui panggilan telepon maupun video call. Keberadaan fasilitas ini diatur secara terjadwal dan diawasi ketat oleh petugas pengamanan guna menjamin keterbukaan layanan tanpa mengorbankan faktor keamanan rutan.
Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Barat, Ramdani Boy, menegaskan bahwa penyediaan sarana komunikasi resmi merupakan strategi preventif Kantor Wilayah yang sangat efektif untuk memutus mata rantai penyelundupan alat komunikasi ilegal (handphone) ke dalam blok hunian.
"Kami dari Kantor Wilayah selalu menekankan bahwa pemenuhan hak komunikasi warga binaan harus diakomodir dengan baik oleh negara. Namun, pemenuhan hak tersebut wajib melalui jalur resmi yang disediakan institusi, bukan dengan cara-cara melanggar hukum. Optimalisasi Wartelsuspas di Rutan Majene ini adalah langkah konkret deteksi dini dalam mendukung program akselerasi Kementerian. Ketika hak komunikasi terpenuhi secara legal, maka celah dan keinginan untuk memasukkan handphone ilegal dapat kita tekan hingga titik nol," tegas Ramdani Boy.
Di tempat terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Christy Jozef Thenu, memberikan pandangan dua arah mengenai korelasi antara terjaganya hubungan kekeluargaan warga binaan dengan stabilitas psikologis mereka selama di dalam rutan.
"Dari sudut pandang operasional rutan, Wartelsuspas ini memiliki fungsi ganda. Di satu sisi, fasilitas ini mendukung penegakan aturan tata tertib yang sangat ketat di dalam blok. Namun di sisi lain, dari aspek pembinaan kepribadian, interaksi warga binaan dengan keluarga merupakan suntikan moral yang luar biasa. Dukungan psikologis dari rumah membuat emosi mereka lebih stabil dan mereka menjadi lebih kooperatif dalam mengikuti setiap program pembinaan kemandirian yang kami berikan," urai Christy Jozef.
Pengetatan operasional fasilitas ini juga dipertegas oleh petugas pengawas Wartelsuspas Rutan Majene, Awaluddin, yang memastikan bahwa seluruh aktivitas komunikasi warga binaan, seperti yang dijalani oleh Nawir, berjalan tertib di bawah pemantauan langsung demi mencegah adanya penyalahgunaan wewenang.
Melalui sinergi pengawasan dari Kantor Wilayah, optimalisasi layanan Wartelsuspas ini diharapkan mampu mewujudkan ekosistem pemasyarakatan di Sulawesi Barat yang tidak hanya berwibawa dan bersih dari barang terlarang, tetapi juga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang berorientasi pada pelayanan publik berkualitas.