WBP Rutan Pasangkayu Sukses Panen Ubi Jalar dalam Program Ketahanan Pangan
Melalui budidaya ubi jalar, WBP dibekali keterampilan pertanian sebagai bekal setelah bebas nanti.
Pasangkayu, 21 April 2026 - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pasangkayu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen ubi jalar yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dilaksanakan guna memberikan keterampilan produktif kepada para WBP selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan panen yang berlangsung di area lahan pertanian dalam lingkungan rutan tersebut diikuti oleh petugas pembina serta WBP yang selama ini terlibat aktif dalam proses budidaya. Mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga masa panen, seluruh proses dilakukan secara bersama-sama dengan pendampingan dari petugas.
Kepala Rutan Kelas IIB Pasangkayu dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan bahan pangan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi WBP agar memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nantinya. Ia menegaskan bahwa pembinaan di dalam rutan harus mampu memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi para warga binaan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membentuk WBP yang tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang dapat digunakan ketika kembali ke masyarakat. Pertanian menjadi salah satu sektor yang potensial dan mudah diterapkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan lahan kosong di lingkungan rutan menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menciptakan lingkungan yang produktif. Ubi jalar dipilih sebagai salah satu komoditas karena relatif mudah dibudidayakan, memiliki nilai gizi tinggi, serta masa panen yang tidak terlalu lama.
Selama proses pembinaan berlangsung, para WBP menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka tidak hanya belajar teknik dasar bercocok tanam, tetapi juga memahami pentingnya kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam mengelola lahan pertanian.
Salah satu WBP yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengungkapkan rasa senangnya dapat berpartisipasi dalam program pembinaan ini. Menurutnya, kegiatan bertani memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi sarana untuk mengisi waktu dengan hal-hal yang positif.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain menambah pengetahuan, kami juga merasa lebih produktif. Harapannya, ilmu yang kami dapatkan bisa bermanfaat ketika sudah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Hasil panen ubi jalar yang diperoleh nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal rutan serta sebagai bagian dari upaya mendukung ketersediaan pangan. Tidak menutup kemungkinan, ke depan hasil produksi tersebut juga dapat dikembangkan untuk mendukung program pemberdayaan yang lebih luas.
Program pembinaan kemandirian seperti ini merupakan salah satu fokus utama dalam sistem pemasyarakatan, yang bertujuan untuk membentuk pribadi WBP menjadi lebih baik dan siap berintegrasi kembali ke tengah masyarakat. Dengan adanya kegiatan yang bersifat produktif, diharapkan para WBP dapat mengembangkan potensi diri serta memiliki kepercayaan diri untuk memulai kehidupan baru.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi nyata dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, dimulai dari lingkup yang lebih kecil seperti lingkungan rutan. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal, Rutan Pasangkayu mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung program nasional tersebut.
Keberhasilan panen ubi jalar ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan terarah dapat menghasilkan output yang nyata dan bermanfaat. Tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi para WBP yang menjadi bagian dari program tersebut.
Ke depan, Rutan Kelas IIB Pasangkayu berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian lainnya yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan setiap WBP yang menjalani masa pembinaan dapat memperoleh bekal yang cukup untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Melalui kegiatan panen ubi jalar ini, Rutan Pasangkayu kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pemasyarakatan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai wadah pembinaan yang mampu menciptakan perubahan positif bagi setiap individu di dalamnya.