Dari Lapas untuk Masyarakat, Panen Pisang Wujudkan Ketahanan Pangan Produktif

Hasil pembinaan kemandirian warga binaan yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat

Hasil panen pisang tersebut kemudian dipasarkan kepada masyarakat sekitar dengan harga terjangkau. Pisang yang dihasilkan memiliki kualitas segar dan layak konsumsi, sehingga mendapat respons positif dari masyarakat. Proses penjualan ini tidak hanya memperkenalkan hasil pertanian lapas kepada publik, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dari kegiatan pembinaan yang dijalankan secara berkelanjutan.

Melalui penjualan hasil panen ini, Lapas Perempuan Mamuju berharap dapat terus mengembangkan program ketahanan pangan yang produktif dan berdaya guna. Selain memperkuat ketersediaan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan tentang pengelolaan pertanian hingga pemasaran hasil panen. Dengan semangat kemandirian dan pemberdayaan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan warga binaan.

BAGAIMANA REAKSIMU?
Bagikan Berita:
Update Terbaru

WARTA PEMASYARAKATAN

Perkuat Sinergi dan Budaya Kerja, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Said Mahdar Pimpin Rapat Perdana
20 Jul 2026

Perkuat Sinergi dan Budaya Kerja, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Said Mahdar Pim...

Kakanwil Ditjenpas Sulbar Said Mahdar pimpin rapat perdana di Mamuju, tegaskan penguatan sinergi, disiplin, dan inovasi...

Tegaskan Integritas dan Penguatan Kinerja, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Said Mahdar Instruksikan Deteksi Dini di Seluruh UPT
20 Jul 2026

Tegaskan Integritas dan Penguatan Kinerja, Kakanwil Ditjenpas Sulbar Said M...

Kakanwil Said Mahdar bersama Kabid Pembimbingan Eko Ari Wibowo instruksikan penguatan integritas dan deteksi dini kamtib...

PRIMKOPASINDO Rutan Majene Raih Penghargaan Koperasi Primer Konsumen Terbaik III pada Peringatan Hari Koperasi Nasional
20 Jul 2026

PRIMKOPASINDO Rutan Majene Raih Penghargaan Koperasi Primer Konsumen Terbai...

PRIMKOPASINDO Rutan Majene Raih Penghargaan Koperasi Primer Konsumen Terbaik III