Dukung Ketahanan Pangan, Rutan Majene Panen 18 Kg Tomat Hasil Pembinaan Warga Binaan
Rutan Majene Panen 18 Kg Tomat Hasil Pembinaan Warga Binaan
MAJENE - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan melalui kegiatan panen tomat di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Lingkungan Mangge, Kelurahan Baru, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Selasa (2/6).Pada kegiatan panen kali ini, Rutan Majene berhasil memanen tomat sebanyak 18 kilogram hasil budidaya yang dikelola bersama oleh petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Lokasi SAE Rutan Majene di Lingkungan Mangge memang telah dikembangkan sebagai pusat pembinaan kemandirian berbasis pertanian dan ketahanan pangan.
Kegiatan panen tersebut dipimpin oleh petugas pembina kemandirian dan melibatkan Warga Binaan yang selama ini aktif dalam proses penanaman, perawatan, hingga pemanenan tanaman hortikultura. Hasil panen tomat menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga pengembangan keterampilan produktif bagi Warga Binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Christy Jozef Thenu, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian di lahan SAE merupakan salah satu sarana untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
"Panen tomat ini merupakan hasil dari kerja keras dan konsistensi petugas bersama Warga Binaan dalam mengelola lahan SAE. Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat dan meningkatkan kemandirian mereka di masa mendatang," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Rutan Majene akan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan SAE sebagai media pembelajaran, pemberdayaan, dan penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Program pertanian yang dijalankan di SAE Mangge juga sejalan dengan upaya pengembangan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan yang selama ini menjadi salah satu fokus Rutan Majene.
"Melalui program pembinaan kemandirian ini, kami ingin memastikan bahwa Warga Binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan yang produktif. Hasil panen yang diperoleh hari ini menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, Warga Binaan mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,"tambah Christy.
Pembina Kemandirian Rutan Majene, Munardi Sakti, menjelaskan bahwa keberhasilan panen tomat tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan serta kerja sama yang baik antara petugas dan Warga Binaan.
"Seluruh proses budidaya dilakukan dengan melibatkan Warga Binaan secara aktif, mulai dari pengolahan lahan, penyemaian bibit, perawatan tanaman, hingga panen. Selain memberikan keterampilan pertanian, kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja yang baik. Kami berharap hasil yang dicapai saat ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas lahan SAE," jelas Munardi.
Ahmad, salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku senang dapat berpartisipasi secara langsung dalam proses budidaya tanaman hingga masa panen. Menurutnya, kegiatan pertanian memberikan pengalaman baru serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin dalam bekerja.
"Saya merasa bersyukur karena diberikan kesempatan untuk belajar bercocok tanam di lahan SAE. Dari kegiatan ini saya mendapatkan banyak pengetahuan baru, mulai dari cara merawat tanaman hingga memanen hasilnya. Selain mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, keterampilan ini juga bisa menjadi bekal bagi saya ketika kembali ke masyarakat nanti," ungkap Ahmad.
Melalui kegiatan panen tomat ini, Rutan Kelas IIB Majene berharap program pembinaan kemandirian berbasis pertanian dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.