Kontrol Humanis Kalapas Perempuan Mamuju:Tinjau Layanan Kesehatan dan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Kontrol Humanis di Lapas Perempuan Mamuju, Kalapas Pastikan Hak Layanan dan Pembinaan Terpenuhi
Sejak awal kegiatan, Kalapas terlihat berinteraksi secara humanis dengan warga binaan yang ditemui di sepanjang jalur kontrol. Sapaan ramah, dialog singkat, serta perhatian terhadap kondisi mereka menunjukkan komitmen pimpinan Lapas untuk menghadirkan lingkungan pembinaan yang lebih inklusif dan komunikatif. Momen-momen ini juga dimanfaatkan warga binaan untuk menyampaikan situasi kesehatan, kenyamanan hunian, hingga perkembangan pelatihan yang mereka ikuti.
Pada area Poliklinik, Kalapas memantau persiapan pelaksanaan skrining TBC bagi warga binaan. Dalam tinjauannya, Kalapas memastikan seluruh sarana, petugas, serta prosedur pemeriksaan telah dipersiapkan dengan baik agar kegiatan skrining dapat berjalan lancar.
Usai dari poliklinik, Kalapas melanjutkan kontrol ke area Bimbingan Kerja meninjau berbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang tengah berlangsung. Beberapa warga binaan tampak mengikuti pelatihan keterampilan seperti kerajinan, pengolahan pangan, dan program lainnya. Kalapas memastikan seluruh sarana pendukung tersedia dan pembinaan berjalan sesuai standar.
Kontrol kemudian dilanjutkan ke area perkebunan warga binaan. Kalapas meninjau perkembangan tanaman, kesiapan lahan, serta keterlibatan warga binaan dalam proses perawatan. Area perkebunan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif dan wujud program ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh lapas perempuan mamuju.
Dalam kesempatan ini, Ibu Reva Shilvia Devi menyampaikan “Kegiatan kontrol area dalam ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan seluruh layanan di Lapas berjalan dengan baik. Dengan turun langsung ke lapangan, kami dapat melihat perkembangan setiap program secara nyata, mulai dari pelayanan kesehatan hingga pembinaan kemandirian. Kontrol seperti ini penting agar kami dapat segera mengevaluasi dan memperbaiki hal-hal yang masih kurang, sekaligus memastikan warga binaan mendapatkan hak dan layanan yang layak.” ujar Kalapas