Lapas Perempuan Mamuju Gelar Sidang TPP Terkait Integrasi dan Pengusulan Tamping Warga Binaan
TPP digelar, Hak Warga Binaan dibahas
Sidang TPP dipimpin langsung oleh Ketua Sidang TPP, Ibu Surianti, dan diikuti oleh seluruh anggota TPP serta wali pemasyarakatan dari masing-masing warga binaan yang disidangkan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut pegawai Balai Pemasyarakatan (Bapas) Polewali, Bapak Aswar, yang memberikan masukan dan pertimbangan terkait kesiapan warga binaan dalam menjalani proses integrasi serta pelaksanaan pembimbingan di luar lapas. Kehadiran unsur Bapas menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengusulan berjalan secara komprehensif dan terintegrasi.
Dalam jalannya sidang, setiap warga binaan dibahas secara menyeluruh berdasarkan berbagai aspek penilaian, antara lain perkembangan pembinaan kepribadian dan kemandirian, sikap dan perilaku sehari-hari, kepatuhan terhadap tata tertib lapas, serta tanggung jawab dan kemampuan apabila diusulkan sebagai tamping. Seluruh masukan dari anggota TPP, wali pemasyarakatan, dan Bapas menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan rekomendasi yang objektif dan bertanggung jawab.
Kegiatan Sidang TPP ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Mamuju yang mengikuti jalannya sidang dari awal hingga selesai. Kehadiran Kalapas menunjukkan komitmen pimpinan dalam mengawal proses sidang agar berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan.
Kepala Lapas Perempuan Mamuju, Reva Shilvia Devi dalam keterangannya menyampaikan bahwa Sidang TPP memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembinaan warga binaan. “Sidang TPP ini menjadi forum evaluasi yang objektif dalam menilai kelayakan warga binaan untuk mendapatkan hak integrasi Cuti Bersyarat maupun penugasan sebagai tamping. Kami memastikan seluruh proses dilaksanakan sesuai prosedur, melibatkan unsur terkait, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab,” ujar Kalapas.
Lebih lanjut, Kalapas berharap hasil Sidang TPP ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus meningkatkan kedisiplinan, menjaga perilaku, dan aktif mengikuti seluruh program pembinaan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan terarah, diharapkan warga binaan mampu mempersiapkan diri untuk berintegrasi kembali ke tengah masyarakat secara positif dan bertanggung jawab.