Lapas Perempuan Mamuju Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Alam Melalui Koordinasi dengan Basarnas Mamuju dan Kelurahan Sinyonyoi
Perkuat Sistem Tanggap Darurat, Lapas Perempuan Mamuju Jalin Sinergi dengan Basarnas dan Pihak Kelurahan
Pada kunjungan ke Basarnas Mamuju, jajaran Lapas Perempuan Mamuju menggali informasi terkait prosedur standar penanganan bencana, potensi dukungan personel, serta mekanisme komunikasi cepat dalam situasi kritis. Diskusi juga menyoroti pentingnya pemetaan risiko bencana dan langkah mitigasi yang perlu diperkuat di lingkungan lapas, khususnya terkait potensi banjir.
Sementara itu, pada sesi koordinasi dengan Kelurahan Sinyonyoi, tim Lapas Perempuan Mamuju mendapatkan penjelasan langsung mengenai wilayah-wilayah rawan banjir, titik-titik yang dianggap aman sebagai lokasi evakuasi, serta jalur alternatif yang dapat digunakan jika terjadi bencana. Informasi ini menjadi acuan penting untuk menyesuaikan rencana kontinjensi serta memastikan bahwa proses evakuasi warga binaan dapat berjalan aman, cepat, dan terarah.
Kalapas Perempuan Mamuju, Ibu Reva Shilvia Devi menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud keseriusan Lapas Perempuan Mamuju dalam memastikan keselamatan seluruh warga binaan. “Kesiapsiagaan bencana bukan hanya tentang respons cepat, tetapi bagaimana kita mempersiapkan sistem, informasi, dan koordinasi yang matang. Melalui sinergi dengan Basarnas dan pihak kelurahan, kami memastikan bahwa setiap proses evakuasi dan penanganan darurat dapat dilakukan secara tepat, aman, dan terarah,” ujar Kalapas.
Melalui koordinasi ini, Lapas Perempuan Mamuju berupaya memperkuat sistem tanggap darurat dan memaksimalkan kerja sama dengan pihak terkait demi menciptakan lingkungan yang lebih siap dan responsif terhadap potensi bencana. Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam memastikan keamanan dan perlindungan seluruh warga binaan serta petugas lapas.