Panen 30 Kg Ubi Jalar, Lapas Perempuan Mamuju Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Dari Lahan Pembinaan, Lapas Perempuan Mamuju Berhasil Panen 30 Kg Ubi Jalar
Mamuju, 25 Maret 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Mamuju kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan panen ubi jalar dan ubi ungu di area kebun lapas. Dalam kegiatan tersebut, berhasil dipanen sebanyak 30 kilogram hasil pertanian yang dikelola bersama oleh petugas dan warga binaan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu pagi tersebut melibatkan pejabat struktural, staf, petugas penjagaan, peserta magang, serta warga binaan. Panen ini merupakan hasil dari proses pembinaan berkelanjutan di bidang pertanian yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Mamuju, Reva Shilvia Devi, turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan lapas.
Dalam keterangannya, Reva Shilvia Devi menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat, sehingga mereka memiliki bekal saat kembali ke masyarakat serta mampu mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Kegiatan panen ini tidak hanya memberikan hasil secara fisik berupa produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi warga binaan dalam mengelola kegiatan produktif. Selain itu, program ini turut mendukung upaya ketahanan pangan di lingkungan lapas serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan disiplin.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Ke depan, Lapas Perempuan Kelas III Mamuju berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui berbagai kegiatan produktif lainnya guna meningkatkan kualitas sumber daya warga binaan.