Pembinaan Inovatif, Lapas Perempuan Mamuju Perkenalkan Budidaya Maggot BSF kepada Warga Binaan
Lapas Perempuan Mamuju Kembangkan Program Budidaya Maggot BSF sebagai Sarana Pembinaan Kemandirian Warga Binaan
Dalam kegiatan ini, staf pembinaan memberikan penjelasan mulai dari pengenalan siklus hidup BSF, manfaat maggot sebagai pakan ternak dan pengolah limbah organik, hingga teknik budidaya yang mudah diterapkan. Warga binaan juga diperlihatkan contoh media budidaya serta langkah-langkah dasar pemeliharaan larva agar dapat berkembang optimal.
Program ini dihadirkan sebagai upaya untuk membuka peluang pengetahuan baru bagi warga binaan, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain ramah lingkungan, budidaya maggot BSF memiliki nilai ekonomis yang cukup menjanjikan sehingga berpotensi menjadi bekal keterampilan setelah warga binaan kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Perempuan Mamuju, Reva Shilvia Devi menyampaikan bahwa pengenalan budidaya maggot merupakan bagian dari komitmen lapas dalam menciptakan pembinaan yang inovatif dan relevan. “Pembinaan seperti ini kami hadirkan untuk membuka wawasan warga binaan tentang berbagai peluang usaha yang mudah diterapkan. Budidaya maggot BSF bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomis." ujar Kalapas
Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Perempuan Mamuju terus memperkuat upaya pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, produktif, dan memberikan dampak nyata bagi warga binaan. Program edukasi budidaya maggot BSF ini direncanakan akan berlanjut dengan sesi praktik pada tahap berikutnya.