Petugas Kesehatan Lapas Perempuan Kelas III Mamuju Gelar Penyuluhan Pencegahan Diare untuk WBP
Komitmen Lapas Perempuan Mamuju Wujudkan Lingkungan Sehat dan Bebas Diare
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Mamuju menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan dan penanganan diare bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), bertempat di Aula Ismail Saleh. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ini menghadirkan dr. Nurafiyat sebagai narasumber utama, didampingi tim tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan bidan. Sebelum penyuluhan dimulai, seluruh peserta menerima brosur edukasi mengenai diare, yang memuat informasi tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, hingga langkah pencegahan dan tata laksana awal penyakit.
Dalam pemaparannya, dr. Nurafiyat menjelaskan bahwa diare merupakan kondisi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi cair, yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau kurangnya kebersihan makanan, minuman, dan lingkungan. Dokter juga menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah risiko penularan penyakit di hunian komunal.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini dilengkapi dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para WBP aktif mengajukan pertanyaan seputar penyebab diare, makanan yang sebaiknya dihindari saat sakit, serta tanda-tanda yang memerlukan penanganan medis segera. Dokter memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami, sehingga peserta dapat lebih memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan diare.
Kegiatan penyuluhan ini sejalan dengan amanat UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menekankan hak WBP atas pelayanan kesehatan yang layak serta pendekatan promotif dan preventif sebagai prioritas pembangunan kesehatan.
Dengan kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas III Mamuju berharap WBP dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sehingga tercipta hunian yang sehat, aman, dan kondusif selama masa pembinaan.