Kemenag Majene dan Rutan Majene Perkuat Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Melalui Bimbingan Kerohanian
Sinergitas Rutan Majene dan Kemenag Majene dalam pembinaan kerohanian bagi warga binaan
Majene – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene terus memperkuat sinergi lintas instansi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majene dalam mengoptimalkan pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan bimbingan kerohanian intensif yang dilaksanakan di lingkungan Rutan Majene, Senin (25/05).
Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari perjanjian kerja sama (PKS) yang telah disepakati antara kedua instansi dalam bidang pemulihan mental dan spiritual. Pelaksanaan bimbingan melibatkan penyuluh agama dari Kemenag serta staf pembinaan rutan, dengan fokus materi meliputi ceramah keagamaan, pendalaman bacaan Al-Qur’an, pembinaan akhlak, serta motivasi spiritual.
Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Christy J. Thenu, menegaskan bahwa kolaborasi bersama Kementerian Agama merupakan langkah strategis untuk memastikan program pembinaan berjalan secara menyeluruh, menyentuh aspek fisik maupun rohani.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Kemenag Kabupaten Majene. Pembinaan kerohanian ini adalah bagian krusial dalam membangun kesadaran moral warga binaan. Kami ingin memastikan bahwa jeruji besi bukan penghalang bagi mereka untuk bertobat dan memperbaiki diri, sehingga ketika bebas nanti, mereka telah siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang berakhlak mulia,” tutur Christy J. Thenu.
Senada dengan hal tersebut, petugas pembinaan Rutan Majene, Basri Bakri, memberikan pandangan dua arah mengenai korelasi positif antara kematangan spiritual dan stabilitas keamanan di dalam rutan. Menurutnya, pemenuhan hak keagamaan ini berdampak langsung pada penurunan tingkat stres warga binaan.
"Dari kacamata kami di lapangan, bimbingan rohani yang intensif ini sangat efektif dalam meminimalisir potensi gesekan dan kejenuhan di dalam blok hunian. Warga binaan menunjukkan perubahan signifikan berupa peningkatan kedisiplinan dan ketenangan emosional. Namun dari sisi pelayanan, tantangan kami ke depan adalah konsistensi pendampingan agar nilai-nilai moral yang diajarkan oleh penyuluh Kemenag benar-benar diterapkan dalam perilaku harian mereka selama menjalani masa pidana," jelas Basri Bakri.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh para warga binaan, salah satunya Ahmad, yang mengaku bahwa bimbingan keagamaan ini memberinya ketenangan batin serta harapan baru untuk menata masa depan yang lebih baik. Melalui sinergi yang kokoh ini, Rutan Majene berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan kepribadian yang bermartabat, inovatif, dan berdampak nyata bagi perubahan perilaku warga binaan di Sulawesi Barat.