Wujud Pembinaan Kemandirian, WBP Lapas Perempuan Mamuju Laksanakan Penanaman Bibit Kacang Tanah
Warga Binaan Lapas Perempuan Mamuju Tingkatkan Keterampilan Melalui Penanaman Bibit Kacang Tanah
Staf pembinaan, Bapak Andi Fahruddin, hadir secara langsung untuk mengawasi dan memberikan arahan teknis kepada WBP. Mulai dari proses pengolahan tanah, penentuan jarak tanam, hingga cara menempatkan bibit dengan benar, semuanya dilakukan dengan bimbingan terstruktur. Pendampingan ini bertujuan agar WBP mampu memahami teknik penanaman secara tepat dan mendapatkan keterampilan bercocok tanam yang dapat bermanfaat dalam kehidupan mereka di kemudian hari.
Lapas Perempuan Mamuju sebelumnya telah mencatat keberhasilan dengan memanen kacang tanah sebanyak 100 kilogram, sebuah capaian yang membuktikan bahwa pembinaan pertanian di Lapas Perempuan Mamuju berjalan produktif dan efektif. Hasil panen tersebut semakin memotivasi pengembangan tahap berikutnya, sehingga kegiatan penanaman bibit kembali dilakukan untuk menjaga kesinambungan produksi pangan mandiri.
Kalapas Perempuan Mamuju, Ibu Reva Shilvia Devi menyampaikan “Program penanaman kacang tanah ini bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi merupakan sarana pembelajaran yang sangat penting bagi warga binaan. Kami ingin mereka memiliki keterampilan nyata, rasa percaya diri, serta kecakapan yang dapat menjadi modal saat kembali ke masyarakat. Program ketahanan pangan ini juga menunjukkan bahwa lapas mampu mandiri dan produktif dalam menghasilkan bahan pangan,” ujar kalapas
Kegiatan penanaman kacang tanah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Mamuju tidak hanya fokus pada pemberian keterampilan, tetapi juga mendorong WBP untuk aktif berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan internal lapas. Melalui kegiatan yang berkelanjutan ini, diharapkan warga binaan dapat terus mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan menumbuhkan nilai-nilai kerja keras serta tanggung jawab.