Bangun Akhlak dan Keimanan, Warga Binaan Lapas Perempuan Mamuju Ikuti Pembinaan Kerohanian
Dari Dalam Lapas, Tumbuh Keimanan: Pembinaan Rohani Warnai Warga Binaan Mamuju
Mamuju, 30 Maret 2026 — Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Mamuju mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian yang diselenggarakan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kepribadian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan moral warga binaan selama menjalani masa pidana, sehingga mereka dapat menjalani hari-hari dengan lebih tenang dan penuh kesadaran diri.
Pelaksanaan pembinaan kerohanian berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Materi yang disampaikan mencakup penguatan nilai-nilai keimanan, pembentukan akhlak, serta motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kehadiran penyuluh agama dari Kementerian Agama Kabupaten Mamuju memberikan pencerahan serta mendorong tumbuhnya kesadaran bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih positif.
Kepala Lapas Perempuan Mamuju menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam proses pembinaan secara menyeluruh. “Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, serta memiliki bekal moral yang kuat ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Selain sebagai sarana pembinaan spiritual, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan membangun suasana yang lebih harmonis di lingkungan Lapas. Interaksi yang terjalin selama kegiatan turut memberikan dukungan emosional bagi warga binaan, sehingga mereka merasa lebih diperhatikan dan termotivasi untuk menjalani proses pembinaan dengan sikap yang lebih positif.
Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin, Lapas Perempuan Mamuju berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang menyentuh aspek mental dan spiritual warga binaan. Sinergi bersama Kementerian Agama Kabupaten Mamuju menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembinaan yang lebih optimal, sehingga warga binaan dapat menjalani proses pembinaan dengan lebih bermakna, terarah, dan penuh harapan menuju kehidupan yang lebih baik.