Dari Refleksi Menuju Prestasi, Kanwil Ditjenpas Sulbar Gelar Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Tahun 2026
Kakanwil Said Mahdar bersama pejabat utama Kanwil Ditjenpas Sulbar pimpin rapat evaluasi capaian kinerja Semester I 2026 di Rutan Mamuju.
Mamuju – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Barat menggelar rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Tahun 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju pada Sabtu (25/07). Forum evaluasi ini menjadi ajang konsolidasi seluruh satuan kerja dalam membedah realisasi program, serapan anggaran, serta mitigasi kendala operasional selama enam bulan pertama tahun berjalan.
Mengusung tema "Refleksi Kinerja, Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Prestasi Menuju Pemasyarakatan yang Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat", forum ini mewajibkan setiap divisi memaparkan Indikator Kinerja Utama (IKU) masing-masing. Diskusi terbuka digelar untuk mengevaluasi efektivitas layanan pemasyarakatan, memperkuat sinergi internal, serta memetakan langkah presisi dalam menghadapi tantangan target pada Semester II 2026.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Barat, Said Mahdar, menegaskan bahwa proses evaluasi setengah tahun ini harus menghasilkan pembenahan konkret di seluruh lini teknis maupun administratif.
"Refleksi ini bukan sekadar forum seremonial untuk membaca angka capaian di atas kertas. Saya minta seluruh jajaran melihat kembali mana program yang dampaknya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat dan mana yang masih perlu percepatan. Memasuki semester kedua, tidak ada lagi waktu untuk berlambat-lambat; kolaborasi harus makin solid dan kinerja harus terukur," kata Said Mahdar saat memberikan pengarahan.
Dari sisi penataan manajemen pendukung, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Sulbar, Ardian Alamsyah, menggarisbawahi pentingnya kerapian tata kelola administrasi dan akuntabilitas keuangan sebagai penopang utama keberhasilan program kerja.
"Dari aspek tata usaha dan operasional umum, hasil evaluasi Semester I menjadi acuan kami untuk memperketat pengawasan realisasi anggaran dan pemenuhan data dukung administrasi. Kami berkomitmen memberikan dukungan fasilitatif yang responsif bagi seluruh divisi dan UPT, sehingga pelaksanaan tugas di lapangan berjalan lancar dan akuntabel," ujar Ardian Alamsyah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Ronald Heru, menyoroti capaian teknis pada sektor pembinaan warga binaan dan optimalisasi layanan Pemasyarakatan di seluruh UPT.
"Evaluasi ini mempertegas komitmen kami untuk terus mengawal pemenuhan hak-hak dasar warga binaan, baik dari segi kesehatan, makanan, hingga program pembinaan kepribadian dan kemandirian. Memasuki Semester II, fokus kami adalah memastikan seluruh UPT konsisten menerapkan standar pelayanan publik yang humanis dan bebas dari pungli," tegas Ronald Heru.
Melengkapi aspek integrasi dan pengawasan reintegrasi sosial, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Eko Ari Wibowo, menyampaikan pentingnya penguatan peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) serta pengawasan klien pemasyarakatan di masyarakat.
"Capaian Semester I menunjukkan tren positif dalam penyusunan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) dan pendampingan klien. Pada semester berikutnya, kami akan memperluas jejaring kerja sama dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) guna memastikan proses reintegrasi sosial klien Bapas berjalan lancar dan diterima kembali dengan baik oleh masyarakat," jelas Eko Ari Wibowo.
Sesi pemaparan dan diskusi rapat evaluasi tersebut diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama pencapaian target Semester II. Usai penutupan forum, seluruh jajaran pimpinan dan pimpinan satuan kerja langsung melangsungkan rapat koordinasi terbatas untuk menyelaraskan jadwal eksekusi program hingga akhir tahun anggaran.