Nada Harapan dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Perempuan Mamuju Ditempa lewat Pembinaan Marawis
Lewat alunan marawis, Lapas Perempuan Mamuju menanamkan nilai religius, kreativitas, dan optimisme bagi warga binaan dalam proses pembinaan berkelanjutan.
Alunan rebana menggema dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Mamuju, menandai semangat baru warga binaan dalam mengikuti kegiatan pembinaan marawis yang rutin dilaksanakan dengan pendampingan langsung oleh petugas lapas. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana pembinaan kepribadian yang mengedepankan nilai religius, kedisiplinan, serta kebersamaan.
Pembinaan marawis tidak hanya melatih kemampuan bermusik warga binaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif seperti kerja sama tim, ketekunan, dan pengendalian diri. Di bawah pendampingan petugas Lapas Perempuan Mamuju, warga binaan dibimbing untuk memahami teknik dasar marawis sekaligus memaknai setiap lantunan sebagai bentuk ekspresi spiritual dan refleksi diri.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Mamuju menyampaikan bahwa pembinaan marawis merupakan bagian dari upaya membangun karakter dan mental warga binaan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan mampu menyalurkan bakat secara positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta memiliki bekal keterampilan dan sikap yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan pembinaan marawis ini menjadi bukti bahwa di balik tembok pemasyarakatan, proses pembinaan terus berjalan, menghadirkan harapan baru dan ruang bagi warga binaan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, dan berdaya guna.